Skip to main content

Posts

20 Sunscreen Lokal Bersertifikasi Halal MUI

Bagi para pengguna skincare, sunscreen adalah salah satu produk yang tidak boleh di skip  dalam rangkaian penggunaan skincare sehari-hari. Sunscreen bermanfaat untuk memberikan perlindungan terhadap efek buruk paparan sinar ultraviolet bagi kulit tubuh manusia.  Buat kamu yang baru akan memulai atau sudah lama menggunakan sunscreen dan memiliki  concern terhadap keamanan serta kehalalan kandungan bahan-bahannya, jangan lupa untuk memperhatikan apakah produk sunscreen tersebut sudah bersertifikasi halal MUI dan BPOM ya. Nah, di bawah ini adalah beberapa sunscreen lokal yang telah bersertifikasi halal MUI dan BPOM berdasarkan pencarian kami disitus resmi  halal MUI dan  BPOM . Apa saja sih? Yuk kita simak! Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF 45 PA++++ Azarine HydraMax-C Sunscreen Serum SPF 50 PA++++  (beli di shopee) Azarine Tone Up Mineral Sunscreen Serum SPF 50 PA++++  (beli di shopee) Azarine HydraSoothe Sunscreen Mist SPF 50 PA++++  SOMETHINC Holyshield! Sunscreen Shake Mist SPF 5
Recent posts

Trying Zam Cosmetics (Yay or Nay?)

Hellooo everyone, have you ever heard anything about Zam Cosmetics? What do you think about the brand? Actually for these past few months I have been looking for a local skin care and I want it to be halal, natural, and affordable of course. Someday, accidentally when I was scrolling on instagram, I found a local brand owned by one of the well known Indonesian actress, Zaskia Adya Mecca, Zam Cosmetics. I didn’t know that this brand has a skin care products. I am so happy that finally I found a local skin care that matches my categories. To find more information about the product, I went into their instagram ( www.instagram.com/zamcosmetics ). Natural skin care, halal cosmetics and skincare certified by MUI clearly shown in their profile description. This is definitely what I want. 

Anak-Anak Ramai di Masjid?

Siapa yang tidak ingin beribadah dengan khusyuk ketika berada di masjid? Insha Allah semua muslim pasti ingin kan? Nah tapi gimana kalau banyak anak-anak kecil rame banget di masjid? Main kejar-kejaran, teriak-teriak, mondar-mandir ke sana kemari? Gimana tuh? Terganggu? Pasti! karena salah satu faktor seseorang dapat beribadah dengan khusyuk adalah suasana yang tenang dan kondusif. Tapiii saya juga tidak setuju sih kalau mereka dimarahi atau bahkan diusir dari masjid. Kenapa? Karena mereka generasi penerus islam. Apa jadinya kalau masjid yang seharusnya menjadi tempat cikal bakal pencetak generasi emas islam namun tidak ramah terhadap mereka? Bagaimana kalau mereka berpaling? Bagaimana kalau mereka pada akhirnya takut pergi ke masjid? Bagaimana kalau perasaan itu bertahan sampai mereka dewasa??

A Beautiful Sunflower Masha Allah

Let this sunflower reminded us, that even if we have different in whatever it is, still we share the same beautiful earth and live under the same sky.

Tentang Takdir

Aku tidak mengerti bagaimana jalannya takdir. Sesaat yang lalu aku memandang langit dari sebuah pantai nan indah di pulau bali. Bahagia rasanya. Saat ini pun aku menatap langit. Tapi tak sama. Tak bahagia. Aku menatap langit dari jendela kamar rumah sakit tempat bapak dirawat. Entahlah. Tak ada kebahagiaan meski ku menatap langit yang sama.

Ujian Ketaatan

“Betapa sedihnya, Nabi Ibrahim. Turun perintah Allah untuknya. Anak yang tercinta harus disembelihnya. Untuk membuktikan ketaatannya.” Begitulah. Sepenggal lirik lagu dari sebuah mainan yang diamanahkan untuk Azam. Berulang-ulang mainan itu saya mainkan bersama Azam. Berulang-ulang pula lah saya mendengarkan lirik lagu itu. Ya Allah. Begitu beratnya ujian ketaatan seorang Nabi. Nabi Ibrahim diuji untuk menyembelih anak kandungnya sendiri, Nabi Ismail. Bayangkan bagaimana perasaan seorang ayah yang telah begitu lama mendamba hadirnya seorang anak. Namun, ketika ia hadir turun perintah dari Allah untuk menyembelihnya. Bagaimana pula perasaan seorang anak ketika ayahnya diperintahkan untuk menyembelihnya. Untuk apa? Untuk menguji ketaatannya! Dan mereka lulus! Masha Allah. Lalu bagaimana dengan saya? Seorang manusia biasa yang masih banyak sekali mengeluhnya. Pantaskah saya mengaku sudah taat pada Allah? Tidak. Sungguh sangat tidak sebanding dengan Nabi Ibrahim d

Kamu Tahun Baruan?

Pas pergantian tahun kemarin pada ngerayain nggak teman-teman? Kalau saya entah kenapa dari dulu nggak terlalu excited sama yang namanya tahun baruan. Mungkin karena sejak dulu sama orang tua nggak dibolehin kemana-mana juga pas malam tahun baru hehe. Paling yang bikin excited biasanya pas malam tahun baru ada film bagus yang ditayangin di tv. Meski sekarang nggak terlalu excited juga sih karena zaman sekarang sudah bisa download film terbaru di internet, eh, hehe. Lagipula menurut saya merayakan pergantian tahun sebegitu hebohnya juga pemborosan. Toh pergantian tahun juga sama seperti hari-hari biasa kan. Apakah ada yang special? Let me know if you do. Apalagi sebagai seorang muslim pergantian tahun baru kita sebetulnya itu bukan tahun Masehi tapi Hijriah yaitu setiap tanggal 1 Muharram. Peristiwa bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah menjadi awal perhitungan kalender dalam islam. Tapii bukan berarti mesti diperingati dengan heboh dan boros juga yaa. Alangkah