Skip to main content

Posts

Gorengan

Adakah yang tidak familiar dengan makanan satu ini? I don’t think so, hehe. Kayaknya mayoritas pada tau apa itu gorengan, betul? Ada pisang goreng, ote-ote, tahu isi, tempe menjes, rondo royal, pohong goreng, sampe telo goreng. Itu macam-macam gorengan yang umum di Surabaya sih. Di kota-kota lain mungkin beda namanya tapi kurang lebih sama bahan-bahannya. Makanan ini paling enak buat camilan pagi, siang, maupun sore. Mau di rumah, di sekolahan, di kantor, dimana aja bisa dijadiin camilan. Apalagi ditemenin sama teh manis anget-anget. Apalagi pas lagi hujan di kantor sore-sore. Masha Allah nikmatnyaaa. Tapiii, harus tetep diperhatikan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi gorengan yaa. Kenapa? Karena kandungan minyaknya itu loo. Apalagi minyak yang dipakai minyak jelantah alias sudah dipakai berkali-kali kan makin tidak sehat (lebih jelasnya bisa dibaca pada artikel berikut ini http://www.alodokter.com/jangan-lupa-diri-menikmati-gorengan ). Kalau saya kebanyakan gorengan biasanya...

Sebuah benda bernama Smartphone

Mau beropini sedikit nih tentang bagaimana smartphone sangat mampu untuk mengubah pola bersosialisasi kita dengan lingkungan sekitar. Jadi begini ceritanya. Hari Sabtu kemarin saya mengikuti senam hamil (Alhamdulillah, yes Iam pregnant and it’s already 8 months) di salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) swasta di kota Surabaya. Waktu itu saya datang sekitar pukul 09.00 WIB karena emang infonya senam hamil dimulai pukul 9 pagi. Tapi ternyata saya adalah peserta pertamax yang datang pada hari itu, lumayan seneng sih karena tumbenan bisa dateng tepat waktu (ya saya jujur mengakui bahwa saya biasanya suka ngaret, tipikal org Indonesia banget kan ya, eh, ahahaha). Setelah registrasi dan timbang berat badan saya ganti baju yang sudah disiapkan dari pihak RSIA. Trus saya pilih matras agak depan yang deket sama instrukturnya (maklum mata minus dan silinder dan lagi nggak bawa kacamata jadi nggak kliatan klau kejauhan). Nggak lama setelah itu, dateng lagi satu persatu peserta senam hamil ...

Tentang Make Up

Halo teman-temaan. Mau cerita dikit nih, kali ini soal make up. Whaaat make up?? Nggak salah ini anak teknik bahas soal make up? Tenang-tenaang. Saya bahasnya juga nggak bakalan seahli beauty vlogger atau beauty expert jaman now kok ahaha. Lah wong saya dulu kan kuliahnya di jurusan teknik yang notabenenya mayoritas mahasiswanya adalah cowok dengan sistem perkuliahan yang terkenal luar biasa padat (emang iya sih padat merayap macam jalanan kota-kota besar heu). Oleh sebab itu teman-teman, lingkungan yang seperti itu tidak memungkinkan bagi kami (para cewek teknik eh apa cuma saya saja ya?) untuk memikirkan hal lain macam perawatan kecantikan salah satunya. Macam boro-boro mikirin facial, mikirin tugas aja sampe kebawa mimpi (eh kapan tidurnya btw? orang subuh aja masih ngerjain tugas! heu). Lagian dandan rapi dikit aja udah pada heboh tuh temen-temen macam mau kuliah apa ngemall? Hmm serba repot kan ya. Alhasil selama kuliah saya tidak mengenal yang namanya make up. Bisa rutin cuci mu...

Lucu?

Kamu mau tau apa yang lucu? Aku rindu pada musim gugur. Padahal aku belum pernah merasakannya. Lucu tidak?  Sama seperti ketika aku rindu kamu. Aku belum pernah bertemu denganmu. Tapi aku sudah rindu. Lucu?

Curhat Dikit

Saya belum pernah merasa tidak nyaman tinggal di Surabaya sebelumnya. Ini kota kelahiran saya yang semenjak itu saya belum pernah beranjak tinggal di kota lain selain Surabaya. Sebetulnya banyak sekali perubahan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Tapi, entah mengapa akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman tinggal di Surabaya. Kota ini semakin ramai saja rasanya. Macet dan polusi menjadi dua hal utama yang membuat saya tidak nyaman. Kualitas udara Surabaya buruk. Betulkah itu? Saya mengatakan hal ini berdasarkan opini saya saja sih karena saya tidak mempunyai latar belakang pendidikan dibidang lingkungan atau kesehatan. Memang sudah banyak taman dan penghijauan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya di era kepemimpinan Ibu Tri Rismaharini, namun jumlah kendaraan bermotor yang berseliweran di jalanan kota Surabaya juga semakin banyak, iya tidak? Sekali lagi, saya mengatakan hal ini berdasarkan opini perasaan saya saja karena tidak mempunyai data riil mengenai hal ters...

Ekspektasi vs Realita

Pernah dengar kata programmer? Apa yang terlintas dibenak anda ketika mendengar ada seseorang yang bekerja sebagai programmer? Keren? Pintar? Langka? Atau bingung? Hehe. Baiklah kita bahas sedikit mengenai profesi programmer. Apa itu programmer? Jadi menurut informasi yang saya dapatkan dari www.codepolitan.com , " programmer adalah seseorang yang mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman. Mereka mempunyai banyak kemampuan terdiri dari berbagai level, mereka handal dalam menulis kode, mengerti algoritma dan sering bekerja sendiri" . Sepertinya keren kan ya? Tapi tunggu dulu. Ceritanya saya sekarang pindah ke tempat kerja baru sebagai programmer. Awalnya saya pikir keren kali ya kerja jadi programmer. Apalagi di tempat saya kerja saya lah satu-satunya programmer. Tapii ternyata ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ekspektasi saya bakalan kerja ngoding trus alias bikin aplikasi terus. Ternyataaaa!! Banyak pekerjaan lain yang harus saya lakukan ju...

#HelpfulPlace : Istri Nyaman, Suami Senang

Hai ACE Indonesia. Saya mau berbagi pengalaman tentang hunian yang nyaman nih. Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 4 Maret 2017 saya baru saja menikah dengan seorang pria yang saya cintai. Kami sama-sama tinggal di Surabaya tapi bekerja di kota yang berbeda. Istilahnya sekarang Long Distance Marriage atau Pernikahan Jarak Jauh. Suami bekerja di Balikpapan sementara saya bekerja di Surabaya. Setelah menikah kami hanya punya waktu empat hari untuk menghabiskan waktu bersama sebagai pengantin baru karena suami sudah harus kembali bekerja di hari kelima. Awalnya kami bingung sekali mau tinggal dimana. Di rumahsuami atau di rumah saya, eh tapi keduanya masih numpang rumah orang tua sih, hehe. Alhasil keputusannya sementara tinggal di rumah suami dulu karena jauh hari sebelum menikah suami sudah menyiapkan satu kamar untuk kami di lantai dua atas rumahnya. Saya bersyukur karena satu permasalahan sudah terpecahkan. Tapi ternyata suami masih memikirkan banyak hal. Satu, kasur di kamar suam...